Kisah Hidup Salah Satu Pengusaha Terkaya di Indonesia Chairul Tanjung (Si Anak Singkong)

Chairul Tanjung adalah anak yang terlahir dari keluarga miskin yang hidup di daerah miskin di salah satu daerah di Jakarta. Chairul yang merupakan keturunan dari suku Batak & Sunda ini sejak dari kecil telah terbiasa hidup dalam kehidupan yang keras. Sewaktu sekolah, Chairul memperoleh uang jajan tambahan dari berjualan es mambo & jajanan lainnya.

Hidup dalam himpitan ekonomi membuat Chairul tidak dapat bersekolah di sekolah swasta sewaktu SMA dan Chairul memilih sekolah di SMAN 1 Jakarta Budi Utomo. Di sekolah ini lah Chairul menjalani masa-masa remaja nya yang indah.

Dan sewaktu tamat SMA, lagi-lagi himpitan ekonomi memaksa Chairul untuk kuliah di salah satu universitas negeri.
Dan Chairul lulus di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI). Dengan uang hasil menggadaikan kain halus kesayangan ibunya, Chairul mendaftar di FKG-UI. Saat mengetahui bahwa uang untuk biaya mendaftar kuliah Chairul tersebut berasal dari uang hasil menggadaikan kain halus kesayangan ibunya, itu merupakan tamparan keras bagi pikiran Chairul sehingga mulai saat itu Chairul berjanji ingin keluar dari belenggu kemiskinan dan tidak akan meminta uang sepeserpun lagi dari orangtua nya untuk biaya kuliahnya. Kepandaian Chairul membaca peluang bisnis di bangku kuliah mulai tampak. Pada saat itu, karena keharusan dari dosen agar memiliki buku diktat perkuliahan membuat para mahasiswa harus memfotocopy diktat tersebut. Setelah mengetahui harga untuk fotokopi diktat tersebut di daerah fotokopi sekitar kampus seharga Rp 500,- yang saat itu masih terbilang mahal. Dan situasi ini dianggap Chairul sebagai peluang bisnis. Lewat kenalannya yang membuka usaha fotokopi, Chairul mendapat penawaran Rp 150,- untuk setiap fotokopian diktat. Dan Chairul menawarkan jasa fotokopian tersebut kepada teman-temannya, Chairul memberi penawaran Rp 300,- sehingga Chairul memperoleh untung Rp 150,- dari setiap diktat. Tentu teman-teman Chairul sangat berminat dan seluruh teman-teman Chairul menggunakan jasa fotokopi Chairul. Ada 100 orang mahasiswa menggunakan jasa fotokopi Chairul, sehingga saat itu Chairul memperoleh untung Rp 15.000,-. Dan itu adalah Rp 15.000 pertama yang dihasilkan Chairul.

Dengan kegigihan dan kepandaian dalam membaca peluang bisnis, Chairul bekerja sama dengan kenalannya yang membuka usaha fotokopi tersebut untuk membuka fotokopi di dalam kampus. Dan dengan hasil tersebut dan juga bisnis kecil-kecilan lainnya yang dimulai Chairul dari nol, Chairul dapat membeli mobil. Sebuah pencapaian yang terbilang bagus, karena disaat mahasiswa lain sibuk menghabiskan uang orang tuanya tapi Chairul malah dapat membeli sebuah mobil dari hasil keringatnya sendiri dan itu Chairul lakukan semasa Chairul masih kuliah.

Setamat kuliah, Chairul berekan dengan orang lain dalam membangun sebuah pabrik sepatu. Setelah 3 bulan awal dimulainya pabrik tersebut dilalui dengan terlunta-lunta dengan tanpa pesanan. Disaat pabrik terancam bangkrut, datanglah pesanan sendal dari luar negeri sejumlah 12.000 pasang dengan estimasi 6.000 pasang dikirim awal. Dan berubahlah pabrik tersebut dari pabrik sepatu menjadi pabrik sendal. Saat melihat hasil kerja pabrik tersebut, pihak pemesan merasa tertarik dan langsung melakukan pesanan kembali bahkan mencapai angka 240.000 pasang padahal yang awalnya 12.000 pasang tadi masih 6.000 pasang yang dikirim. Mulailah pabrik tersebut berkembang. Setelah beberapa lama akhirnya Chairul memutuskan berhenti berekan dan mulai membangun bisnis dengan modal pribadi dan menjelma menjadi pengusaha yang mandiri.

Pada tahun 1994, Chairul resmi meminang gadis pujaannya yaitu Anita yang juga merupakan adik kelasnya sewaktu kuliah. Dan pada tahun 1996, Chairul memperoleh berkah yang berlimpah karena pada tahun tersebut lahirlah anak pertamanya dan bersamaan dengan diputuskannya Chairul sebagai pemilik dari Bank Mega.

Bank Mega yang saat itu dinilai merupakan bank yang sedang mengalami sakit keras dan minim teknologi. Bayangkan bank mega saat itu hanya memiliki 2 komputer saja dan semua transaksi dilakukan dengan menggunakan buku besar. Dengan pinjaman dari Bank Indonesia senilai 120 miliar, Chairul mulai berbenah dan mengubah Bank Mega menjadi bank yang besar. Bahkan pada saat krisis moneter di saat bank-bank lain mengalami likuidasi, tapi Bank Mega dapat bertahan dan resmi dinyatakan sehat.

Pada saat tersebut Bank Mega merupakan bank yang mampu merakyat bahkan lebih peduli terhadap rakyat kecil. Ingat tentang kisah “Acong, Joko, Sitorus ?” itulah hasil pendekatan Bank Mega. Dan tak heran disaat terjadi kerusuhan pada zaman itu, semua perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemerintah langsung dihancurkan rakyat, dan saat itu tak satupun kantor Bank Mega dirusak warga.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang dimiliki Chairul semakin berkembang dan terciptalah perusahaan seperti stasiun televisi TRANS TV, di belinya saham TV7 sehingga namanya berganti menjadi TRANS 7 hingga kini, dibelinya saham perusahaan mutinasional Carrefour, dll.

 

 

 

 

 

Tapi dibalik kesuksesannya, Chairul tidak melupakan asalnya dan membangun Chairul Tanjung Foundation. Sebuah yayasan yang membantu rakyat kurang mampu seperti korban Tsunami dengan dibuatnya Sekolah Anak Madani, dan membantu pendidikan anak-anak yang kurang mampu tapi berprestasi.

Dan sampai saat ini, Chairul Tanjung yang awalnya disebut sebagai Si Anak Singkong yang memiliki arti seorang anak yang hidup digaris kemiskinan menjelma menjadi Chairul Tanjung yang masuk ke dalam kategori 10 orang terkaya di Indonesia dengan harta kekayaan kurang lebih US$ 2 Miliar atau setara dengan Rp 18 Triliun.

Kisah ini saya tulis karena saya juga sangat mengagumi seorang Chairul Tanjung dan saya sebenarnya ingin sekali mendapat pengajaran dari Pak Chairul Tanjung mengenai cara beliau memanfaatkan peluang bisnis. Semoga kisah ini dapat menjadi pemicu kita untuk dapat memperoleh hidup yang lebih baik.

 

 

Sumber: Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: